Tips

Kawat Las RB vs LB — Kapan Pakai yang Mana?

Ditulis oleh MB Mitra Baut Medan · Diperbarui 25 Agustus 2026

Kawat las Kobelco RB-26 2,6mm beserta dus dan kemasannya

Dua jenis kawat las yang paling sering ditanyakan di toko kami adalah RB-26 dan LB-52, dua-duanya dari Kobelco. Pertanyaannya hampir selalu sama: "yang mana yang lebih bagus?" Padahal pertanyaan yang lebih tepat adalah "buat kerja apa?", karena keduanya memang dirancang untuk keperluan yang berbeda.

RB-26 — untuk Pekerjaan Sehari-hari

RB-26 adalah elektroda tipe rutil. Ciri khasnya: gampang dipakai. Busurnya mudah dinyalakan bahkan oleh tukang yang belum lama belajar, nyalanya stabil, percikannya sedikit, dan terak sisa lasnya gampang dikelupas.

Hasil lasannya juga rapi dan halus, jadi tidak perlu banyak digerinda untuk merapikannya. Untuk pekerjaan yang kelihatan mata — pagar, teralis, kanopi, rak besi, rangka rumahan — ini nilai tambah yang nyata karena menghemat waktu finishing.

Ini yang membuat RB-26 jadi elektroda paling laris di toko kami. Untuk mayoritas pekerjaan bengkel dan konstruksi ringan sehari-hari, ini pilihan yang paling masuk akal dari sisi harga maupun kemudahan pakai.

LB-52 — untuk Sambungan yang Tidak Boleh Gagal

LB-52 adalah tipe low hydrogen. Istilah ini terdengar teknis, tapi maksudnya sederhana: salutan elektrodanya dirancang menghasilkan hidrogen sesedikit mungkin di dalam logam las.

Kenapa itu penting? Karena hidrogen yang terperangkap di dalam lasan adalah penyebab retak dingin — jenis retakan yang licik, karena baru muncul berjam-jam setelah pengelasan selesai. Waktu dikerjakan sambungannya kelihatan bagus, besoknya sudah retak. Untuk konstruksi yang menahan beban penting, ini risiko yang tidak boleh diambil.

Karena itu LB-52 dipakai untuk konstruksi baja struktural, dudukan mesin, pipa, dan sambungan yang menahan beban kejut. Hasil lasannya lebih ulet dan tahan benturan dibanding elektroda rutil.

Konsekuensi Pakai LB-52

LB-52 lebih rewel. Busurnya tidak semudah RB-26 untuk dinyalakan, dan butuh teknik yang lebih rapi supaya hasilnya maksimal. Untuk tukang yang belum terbiasa, hasilnya justru bisa lebih jelek daripada pakai RB-26.

Yang lebih penting lagi: LB-52 sangat mudah menyerap uap air. Salutan low hydrogen itu higroskopis, dan begitu lembap justru jadi sumber hidrogen — persis hal yang mau dihindari. Jadi elektroda low hydrogen yang disimpan sembarangan sebenarnya kehilangan alasan utama kenapa dia dibeli.

Untuk pekerjaan penting, LB-52 sebaiknya dioven dulu sesuai anjuran pabrik sebelum dipakai. Kalau tidak ada oven, minimal simpan di tempat kering dan tertutup rapat, dan beli secukupnya saja daripada menimbun lama di gudang.

Ringkasnya

Pakai RB-26 untuk pagar, teralis, kanopi, rak, rangka ringan, dan pekerjaan bengkel harian. Lebih murah, lebih gampang, hasilnya sudah lebih dari cukup.

Pakai LB-52 untuk konstruksi baja struktural, dudukan mesin, dan sambungan yang menahan beban berat atau beban kejut. Lebih mahal dan lebih rewel, tapi di situlah gunanya. Jenis kawat las lain yang kami sediakan bisa dilihat di halaman kawat las Medan.

Kalau butuh yang lebih ekonomis untuk pekerjaan umum, ada juga Enka NK-68 yang tersedia dalam packing 1kg — cocok untuk perbaikan kecil atau kalau Anda tidak yakin bakal habis 5kg dalam waktu dekat.

Masih ragu? Chat saja ke kami dan sebutkan pekerjaannya. Lebih baik tanya dulu daripada terlanjur beli beberapa kilo elektroda yang ternyata kurang cocok.

Mau Tanya Stok Kawat Las?

Sebutkan jenis pekerjaannya, kami bantu rekomendasikan tipe dan diameter yang sesuai.

Artikel Lainnya

Mana yang Lebih Kuat — Baut Baja Biasa atau Stainless?Baca → Kenapa SDS Roofing Lebih Disukai Tukang Atap Sekarang?Baca → Apa Arti Angka 8.8, 10.9, dan 12.9 di Kepala Baut?Baca → Dyna Bolt atau Baut Angkur, Bedanya di Mana?Baca → Kenapa Sekrup Plafon Tidak Boleh Sembarangan Pakai Baut Biasa?Baca → Kenapa Hasil Las Berlubang-Lubang Kecil, dan Cara MencegahnyaBaca → Baut Kepalanya Sudah Slek? Begini Cara MelepasnyaBaca → Mur dan Baut Itu yang Mana?Baca →