Tips

Kenapa SDS Roofing Lebih Disukai Tukang Atap Sekarang?

Ditulis oleh MB Mitra Baut Medan · Diperbarui 25 Agustus 2026

Sekrup SDS tapping dengan ujung mata bor, kepala benam

Dulu memasang atap baja ringan itu dua langkah: bor lubangnya dulu, baru pasang sekrupnya. Sekarang hampir semua tukang atap sudah beralih ke SDS — self drilling screw — yang ujungnya sudah berbentuk mata bor. Satu sekrup mengerjakan dua pekerjaan sekaligus.

Kenapa Cepat Sekali Diterima Tukang

Alasannya murni soal waktu. Untuk satu rangka atap rumah saja, titik sambungannya bisa ratusan. Kalau setiap titik harus dibor dulu lalu ganti mata obeng, waktunya habis di situ. Belum lagi urusan menandai titik lubang supaya tidak melenceng.

Dengan SDS, tukang tinggal menempelkan ujung sekrup di posisi yang diinginkan lalu tekan. Tidak ada ganti mata bor, tidak ada tanda-menandai. Untuk pekerjaan borongan yang dibayar per unit, selisih waktu seperti ini langsung terasa di pendapatan.

Yang Paling Sering Bikin Sekrup Patah

Keluhan yang paling sering kami dengar: "SDS-nya patah terus di tengah". Hampir selalu penyebabnya sama — putaran bor terlalu pelan.

Begini logikanya. Ujung mata bor butuh putaran cukup tinggi untuk sempat menembus plat. Kalau putarannya pelan, ulir sekrup keburu menggigit dan mulai menarik sekrup masuk, padahal lubangnya belum tembus. Akibatnya sekrup ditarik dari satu sisi sementara ujungnya tertahan — melintir, lalu patah.

Penyebab kedua: material lebih tebal daripada kemampuan mata bornya. Setiap SDS punya panjang bagian mata bor yang berbeda, dan itu menentukan ketebalan maksimal yang bisa ditembus. Kalau totalnya melebihi itu, lubang tidak akan pernah tembus sempurna. Ini sebabnya kami selalu tanya ketebalan material waktu pelanggan beli SDS.

Jangan Lupakan Ring Karetnya

Untuk pemasangan di atap, yang menentukan bocor atau tidaknya bukan sekrupnya, tapi ring karet di bawah kepalanya — biasa disebut washer EPDM. Ring inilah yang menutup celah antara kepala sekrup dan permukaan atap.

Karena itu jangan tergiur SDS atap yang harganya sangat murah tapi ring karetnya tipis dan keras. Karet yang jelek akan getas dalam satu-dua tahun kena panas matahari, retak, lalu air masuk lewat lubang sekrup. Mengganti sekrup di atap yang sudah terpasang jauh lebih mahal dan repot daripada selisih harga sekrupnya di awal.

Soal Kekencangan

Ini juga sering salah. Banyak yang mengencangkan sampai sekuat-kuatnya dengan anggapan makin kencang makin kuat. Padahal kalau terlalu kencang, ring karetnya melembung keluar dari bawah kepala sekrup dan justru kehilangan fungsi sebagai penyekat. Sengnya pun bisa penyok, dan cekungan itu jadi tempat air menggenang.

Patokannya sederhana: kencangkan sampai ring karetnya baru mulai sedikit memipih, lalu berhenti. Kalau pakai bor bersetelan kopling, setel di angka yang pas lalu tes di satu titik dulu sebelum lanjut ke sisanya.

Bukan Hanya untuk Atap

Walaupun namanya SDS roofing, sekrup jenis ini juga banyak dipakai untuk sambungan rangka baja ringan, partisi metal stud, dan plat tipis lain yang tidak berhubungan dengan atap sama sekali. Untuk pemakaian yang bukan atap, ring karetnya justru sering tidak diperlukan.

Kami menyediakan SDS untuk berbagai kebutuhan — SDS tapping untuk atap dan rangka baja ringan, serta SDS calci board untuk papan kalsium dan plafon. Kalau tidak yakin tipe mana yang cocok, sebutkan saja jenis pekerjaan dan ketebalan materialnya lewat WhatsApp.

Butuh SDS untuk Proyek Atap?

Sebutkan ketebalan material dan jenis rangkanya, kami bantu pilihkan ukuran yang pas.

Artikel Lainnya

Mana yang Lebih Kuat — Baut Baja Biasa atau Stainless?Baca → Kawat Las RB vs LB — Kapan Pakai yang Mana?Baca → Apa Arti Angka 8.8, 10.9, dan 12.9 di Kepala Baut?Baca → Dyna Bolt atau Baut Angkur, Bedanya di Mana?Baca → Kenapa Sekrup Plafon Tidak Boleh Sembarangan Pakai Baut Biasa?Baca → Kenapa Hasil Las Berlubang-Lubang Kecil, dan Cara MencegahnyaBaca → Baut Kepalanya Sudah Slek? Begini Cara MelepasnyaBaca → Mur dan Baut Itu yang Mana?Baca →