Panduan
Kenapa Hasil Las Berlubang-Lubang Kecil, dan Cara Mencegahnya
Ini keluhan yang sering kami dengar dari tukang las yang mampir ke toko: hasil lasnya kelihatan bagus di luar, tapi begitu digerinda atau di-rontgen, ada bintik-bintik lubang kecil di dalamnya. Kadang lubangnya kelihatan dari permukaan, kadang baru ketahuan setelah dipotong. Ini yang disebut porositas, dan kalau dibiarkan, sambungan lasnya jadi lemah — gampang retak atau bocor kalau dipakai menahan tekanan.
Porositas Itu Sebenarnya Apa
Sederhananya, porositas itu gelembung gas yang terjebak di dalam logam las sebelum sempat keluar, lalu logamnya keburu membeku. Hasilnya lubang-lubang kecil, kadang sebesar ujung jarum, kadang lebih besar sampai kelihatan jelas dengan mata telanjang. Kalau dipotong melintang, bentuknya bulat-bulat seperti gelembung sabun yang membeku di tengah jalan.
Bedakan ini dengan retak las, yang bentuknya garis memanjang. Porositas bentuknya bulat atau lonjong, dan biasanya menyebar, bukan cuma di satu titik. Kalau Anda menggerinda permukaan las dan menemukan titik-titik hitam kecil yang tersebar, kemungkinan besar itu porositas.
Penyebab yang Paling Sering Ditemukan di Lapangan
Yang paling sering, permukaan bahan yang mau dilas belum bersih. Karat, sisa cat, oli bekas, atau air yang menempel di permukaan besi semuanya bisa jadi sumber gas begitu kena panas busur las. Gas ini yang akhirnya terjebak di dalam lasan. Makanya sebelum mengelas, sikat dan bersihkan dulu jalur yang mau dilas, jangan cuma dilap sekilas.
Elektroda yang lembap juga penyebab besar. Salutan elektroda itu menyerap uap air dari udara kalau disimpan sembarangan, apalagi di gudang yang lembap atau kemasannya sudah lama terbuka. Uap air ini berubah jadi gas hidrogen saat kena panas busur, dan sebagian ikut terjebak di lasan sebagai pori.
Dua penyebab lain yang sering luput diperhatikan: panjang busur yang terlalu jauh dari benda kerja, dan arus yang tidak pas — baik kekecilan maupun kebesaran. Busur yang terlalu jauh membuat pelindung gas dari elektroda tidak sempat melindungi kolam las dengan baik, sehingga udara luar gampang masuk. Arus yang tidak sesuai juga bikin kolam lasnya tidak stabil, jadi gas yang terbentuk tidak sempat naik dan keluar sebelum logamnya membeku.
Kenapa Elektroda Low Hydrogen Paling Rewel Soal Lembap
Kalau Anda pakai elektroda tipe low hydrogen seperti LB-52, urusan penyimpanan ini jadi jauh lebih penting. Elektroda jenis ini memang dirancang untuk menekan kandungan hidrogen di hasil lasan serendah mungkin, tapi justru karena itu salutannya lebih mudah menyerap uap air dibanding elektroda biasa. Begitu lembap, fungsinya malah terbalik — bukan mengurangi hidrogen, tapi jadi sumber hidrogen itu sendiri, dan hasilnya bisa porositas atau bahkan retak dingin yang baru muncul belakangan.
Karena itu LB-52 sebaiknya disimpan di tempat kering, dan kalau kemasannya sudah lama terbuka atau dipakai untuk pekerjaan yang penting, sebaiknya dioven dulu sebelum dipakai — ikuti anjuran suhu dan lama pemanasan yang tertera di kemasannya, bukan kira-kira sendiri. Untuk pekerjaan harian yang bebannya tidak seberat itu, elektroda seperti RB-26 memang lebih toleran soal penyimpanan, tapi bukan berarti boleh dibiarkan kena lembap terus-menerus.
Prinsipnya sama untuk semua elektroda: begitu kemasan dibuka, usahakan habiskan dalam waktu yang wajar, dan tutup rapat kalau belum semuanya terpakai. Elektroda yang dibiarkan tergeletak begitu saja di lantai bengkel yang lembap, apalagi kena hujan, sudah pasti bikin hasil lasnya bermasalah.
Langkah Pencegahan yang Bisa Langsung Dipraktikkan
Mulai dari bahan yang mau dilas: bersihkan jalur las dari karat, cat, oli, dan air sampai benar-benar terlihat logam bersih, jangan cuma dilap. Kalau bahannya baru kena hujan atau lembap, keringkan dulu sebelum dilas.
Jaga jarak busur tetap dekat dan stabil, jangan menarik elektroda terlalu jauh dari benda kerja. Atur arus sesuai ukuran elektroda dan tebal bahan — kalau ragu berapa arus yang pas, ikuti anjuran di kemasan elektrodanya, biasanya sudah tercantum di sana. Dan yang tidak kalah penting, hindari mengelas di tempat yang banyak angin kencang, karena angin bisa mengusir pelindung gas dari busur las sebelum sempat melindungi kolam lasnya.
Kapan Pakai yang Mana
Untuk sambungan struktural yang menahan beban berat, beban kejut, atau pekerjaan yang tidak boleh gagal — rangka baja, dudukan mesin, dan sejenisnya — pakai elektroda low hydrogen seperti LB-52, dan pastikan penyimpanannya benar-benar kering. Untuk pekerjaan bengkel dan konstruksi ringan sehari-hari yang tidak sekritis itu, RB-26 sudah cukup dan lebih praktis dari sisi penyimpanan.
Kalau Anda masih bingung elektroda mana yang cocok untuk pekerjaan Anda, atau mau tanya soal cara penyimpanan yang benar, langsung saja chat kami lewat WhatsApp. Kami juga melayani kebutuhan kawat las lain di Medan, bisa dicek di halaman kawat las Medan kami.
Ceritakan gejalanya atau kirim foto hasil lasannya lewat WhatsApp, kami bantu cek kemungkinan penyebabnya dan elektroda yang cocok untuk pekerjaan Anda.